"DOA “SUPER” SESUAI TAHIYYAT SEBELUM SALAM"





Setelah membaca tahiyyat akhir, pada umumnya kita langsung membaca doa memohon perlindungan dari fitnah Dajjal. Ya, doa ini selayaknya tidak kita tinggalkan. Namun, perlu kita ketahui pula bahwa waktu seusai tahiyyat akhir – sebelum salam merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa. Selain doa agar dilindungi dari fitnah Dajjal, ada banyak doa lain yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya untuk dibaca di waktu mustajab tersebut. Di antara banyak doa tersebut, di sini saya nukilkan doa yang -mungkin- jarang diketahui kaum muslimin. Padahal, makna doa tersebut -menurut saya- benar-benar super, karena memuat makna agar kita istiqomah baik di kala sendirian maupun di tengah keramaian, agar umur kita diperpanjang jika kehidupan memang lebih baik bagi kita, agar tetap berada di atas kebenaran dalam kondisi rela atau marah, agar tetap sederhana walau diberikan kekayaan, agar senantiasa diberikan nikmat yang tidak habis-habisnya, dst.



Berikut ini lafaz doanya:
اللهم بعلمك الغيب ، وقدرتك
على الخلق ، أحيني ما علمت الحياة خيرا لي ، وتوفني إذا علمت
الوفاة خيرا لي ،اللهم إنّي
أسألك خشيتك في الغيب والشهادة ، وأسألك
كلمة الحق في الرضا والغضب ،وأسألك القصد في الفقر والغنى ،
وأسألك نعيما لا ينفد ، وأسألك قرة عين لا تنقطع ، وأسألك
الرضاء بعد القضاء ، وأسألك برد العيش بعد الموت ،
وأسألك لذة النظر إلى وجهك ، والشوق إلى لقائك ،
في غير ضراء مضرة ، ولا فتنة مضلة ، اللهم زينا بزينة الإيمان ،
واجعلنا هداة مهتدين
(الحديث أخرجه الإمام أحمد والنسائي وابن خزيمة وابن حبان واللالكائي وغيرهم )

Ertinya:

Ya Allah, dengan adanya Engkau mengetahui yang ghaib dan dengan kemahakuasaan-Mu untuk menciptakan makhluk:
Perpanjanglah hidupku bila Engkau mengetahui bahwa kehidupan selanjutnya lebih baik bagiku …
Matikanlah aku dengan segera, bila Engkau mengetahui bahwa kematian lebih baik bagiku …

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar aku takut kepada-Mu dalam keadaan sembunyi (sepi) atau keramaian …
Aku memohon kepada-Mu agar dapat berpegangan dengan kalimat haq di waktu rela atau marah …
Aku memohon kepada-Mu agar aku bisa melaksanakan kesederhanaan dalam keadaan fakir ataupun kaya …
Aku memohon kepada-Mu agar diberikan nikmat yang tidak habis …
Aku memohon kepada-Mu agar diberikan ketenangan yang tidak putus …
Aku memohon kepada-Mu agar aku dapat rela setelah qadha-Mu (turun kepada kehidupanku) …
Aku memohon kepada-Mu kehidupan yang menyenangkan setelah aku meninggal dunia …
Aku memohon kepada-Mu agar aku dapat menikmati memandang wajah-Mu (di surga), rindu bertemu dengan-Mu tanpa penderitaan yang membahayakan (fisik dan agamaku) dan fitnah yang menyesatkan …
.
Ya Allah, hiasilah kami dengan keimanan dan jadikanlah kami sebagai penunjuk jalan (lurus) yang memperoleh bimbingan dari-Mu.
(H.R. Ahmad, Nasa’i, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Al-laalika’i, dan selain mereka )

No comments:

Post a Comment